-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Pemkot Palembang Gandeng PT Fiber Teknologi Nusantara Revitalisasi Infrastruktur dan Tata Kabel Kota

Rabu, 26 November 2025 | November 26, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-11-26T11:26:32Z

Pemkot Palembang Gandeng PT Fiber Teknologi Nusantara Revitalisasi Infrastruktur dan Tata Kabel Kota


PALEMBANG BSP.COM – Pemerintah Kota Palembang kembali menunjukkan keseriusannya dalam menata infrastruktur kota dengan melanjutkan pembahasan revitalisasi infrastruktur pasif dan penataan kabel. Audiensi terbaru dilakukan bersama PT Fiber Teknologi Nusantara beserta mitra teknologinya sebagai tindak lanjut dari rapat koordinasi sebelumnya pada 31 Oktober 2025, terkait rencana pembangunan Sistem Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT). Selasa 25 November 2025.
 
Pertemuan ini dipimpin oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Isnaini Madani, dan dihadiri oleh perwakilan dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, termasuk Dinas Kominfo, Dinas PMPTSP, Dinas Lingkungan Hidup, Plt. Kepala Dinas PUPR, dan Plt. Kepala Bagian Kerjasama.
 
Dari pihak PT Fiber Teknologi Nusantara hadir Direktur Utama Widyawati Farah Imelda, Direktur Operasional Jhon Jeffri Kris AD, serta perwakilan dari mitra teknologi seperti Yuan Lian (Direktur Utama Terminus), Shu Ya (Commercial Manager Terminus), Radius Nagasundoro (Terminus Group), Su Yanto (Komdigi), Andi Fusri, dan Randy Aditia, serta Afrizal.
 
Kebutuhan Mendesak Penataan Kabel dan Infrastruktur Pasif
 
Dalam audiensi tersebut, PT Fiber Teknologi Nusantara memaparkan konsep penataan infrastruktur pasif berbasis ducting atau SJUT yang telah sukses diterapkan di berbagai kota besar di Indonesia. Konsep ini dinilai sangat relevan untuk mengatasi masalah kabel udara yang selama ini menjadi keluhan utama masyarakat Palembang.
 
Asisten II Isnaini Madani menekankan bahwa kondisi kabel internet yang tidak teratur di seluruh kota menjadi alasan utama untuk segera melakukan revitalisasi. "Kabel-kabel internet yang semrawut sangat mengganggu pemandangan kota, baik di jalan protokol maupun di area pemukiman. Oleh karena itu, penataan ini harus segera dilakukan dengan kolaborasi antara Pemerintah Kota, operator, dan pihak ketiga," ujarnya.
 
Isnaini juga menambahkan bahwa penerapan SJUT harus didahului dengan kajian komprehensif untuk memastikan kesesuaian dan kelayakan teknis di lapangan. "Kita harus memastikan bahwa sistem yang ditawarkan benar-benar sesuai dengan kondisi Kota Palembang agar pekerjaan ini tidak berhenti di tengah jalan dan memberikan manfaat yang luas," tegasnya.
 
Konsep ducting ini tidak hanya akan difokuskan pada kabel internet, tetapi juga seluruh jaringan utilitas lain yang saat ini masih menggantung di ruang publik. "Ke depan, kita ingin semua kabel telepon dan utilitas lain tertata rapi dalam satu sistem ducting yang modern," jelas Isnaini.
 
Komitmen PT Fiber Teknologi Nusantara
 
Direktur Utama PT Fiber Teknologi Nusantara, Widyawati Farah Imelda, menyatakan kesiapan perusahaannya untuk bermitra dengan Pemkot Palembang. "Kami hadir bersama mitra teknologi dengan tujuan membantu Pemerintah Kota dalam menata kabel. Konsep ini sudah terbukti berhasil di kota lain, dan kami berharap dapat menjalin kerja sama yang baik dengan Palembang," ujarnya.
 
Langkah Selanjutnya
 
Audiensi ini merupakan langkah awal dalam penyusunan analisis kebutuhan dan identifikasi teknis di lapangan. OPD terkait akan melakukan pemetaan titik prioritas yang berpotensi menjadi lokasi awal pembangunan SJUT. Pemerintah Kota Palembang berkomitmen untuk memperkuat infrastruktur digital sekaligus meningkatkan estetika kota sebagai bagian dari transformasi menuju kota yang lebih modern, rapi, dan tertata hingga berita ini diterbitkan (BSP)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update